Show simple item record

dc.contributor.advisorYAYA,RIZAL
dc.contributor.authorLESTARI, ROHMAIDA
dc.date.accessioned2017-05-30T00:41:29Z
dc.date.available2017-05-30T00:41:29Z
dc.date.issued2017-01-27
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/10481
dc.descriptionPenelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris determinan tindakan whistleblowing yang terdiri dari kondisi organisasional (ethical climate: ethical climate-egoism, ethical climate-benevolence, ethical climate-principle), kondisi individual (locus of control internal, komitmen organisasi, personal cost), dan kondisi situasional (keseriusan pelanggaran). Objek dalam penelitian ini adalah Kantor Wilayah Kementerian Keuangan RI di Daerah Istimewa Yogyakarta dan subjek penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di Kantor Wilayah Kementerian Keuangan RI di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan instrumen berupa kuesioner. Penelitian ini memiliki sampel 79 responden dengan pengambilan secara convenience. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS 22.0. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh personal cost dan keseriusan pelanggaran terhadap niat melakukan tindakan whistleblowing oleh Pegawai Negeri Sipil, sedangkan ethical climate-egoism, ethical climate-benevolence, ethical climate-principle, locus of control internal dan komitmen organisasi tidak memengaruhi niat melakukan tindakan whistleblowing oleh Pegawai Negeri Sipil.en_US
dc.description.abstractThis research aims to examine empirically determinants on whistleblowing intentions that consist of organizational conditios (ethical climate: ethical climate-egoism, ethical climate-benevolence, ethical climate-principle), individual conditions (internal locus of control, organizational commitment, personal cost), and situational condition (seriousness of wrongdoing). The object of this research is regional office of Indonesian Ministry of Finance in Daerah Istimewa Yogyakarta. The subject of this research is civil servants who work at regional office of Indonesian Ministry of Finance in Daerah Istimewa Yogyakarta. This research uses primary data that collected by survey with instrument questionnaire. This research has sample 79 respondents which are taken using convenience method. The analysis tool applied is SPSS 22.00. Based on the analysis, the result shows that personal cost and seriousness of wrongdoing significantly influence whistleblowing intentions, while ethical climate-egoism, ethical climate-benevolence, ethical climate-principle, internal locus of control and organizational commitment are not significant.en_US
dc.publisherFE UMYen_US
dc.subjectWhistleblowing, Ethical Climate, Locus of Control, Organizational Commitment, Personal Cost. Whistleblowing, Ethical Climate, Locus of Control, Komitmen Organisasi, Personal Cost.en_US
dc.titleKONDISI ORGANISASIONAL, INDIVIDUAL, DAN SITUASIONAL SEBAGAI DETERMINAN NIAT MELAKUKAN TINDAKAN WHISTLEBLOWING OLEH PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN KEUANGAN RI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record