Show simple item record

dc.contributor.advisorSANJAYA, SONDA
dc.contributor.authorWIDHIASTUTI, ANNISA
dc.date.accessioned2017-08-02T06:24:19Z
dc.date.available2017-08-02T06:24:19Z
dc.date.issued2017-05
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/12428
dc.descriptionPenelitian ini berjudul Analisis Sinonim Verba Bikkuri Suru dan Odoroku Pada Kalimat Bahasa Jepang. Fokus utama penelitian ini adalah makna kata verba bikkuri suru dan odoroku dalam kalimat bahasa Jepang. Kedua verba tersebut memiliki makna yang sama yaitu ‘terkejut’. Sehingga tidak bisa membedakan kata yang memiliki arti serupa dengan baik. Jika membuka kamus bahasa Jepang-Indonesia, hampir tidak ada kamus yang memberikan informasi setiap kata secara lengkap, hanya dicantumkan arti dan jenis kata saja. Penelitian ini ditinjau dari segi semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Sumber data berasal dari studi kepustakaan. Data yang diambil menggunakan teknik catat. Berdasarkan penggunaan analisis makna dan analisis substitusi, ditemukan hasil analisis data. Pada analisis makna ditemukan tiga makna bikkuri suru dan tiga makna odoroku berdasarkan nuansa. Biasanya untuk nuansa negatif ada situasi atau rasa kecewa, takut, sedih, heran, dan khawatir. Nuansa positif biasanya diikuti rasa senang karena hal yang menakjubkan. Sedangkan nuansa netral, terkejut tetapi situasi yang dirasakan tipis atau tidak terlihat. Berdasarkan hasil analisis substitusi bahwa tidak verba bikkuri suru dan odoroku dapat saling menggantikan satu sama lain. Dikarenakan kedua verba tersebut memiliki nuansa makna yang sedikit berbeda. Dari kedua analisis di atas maka peneliti dapat mengetahui persamaan dan perbedaan verba bikkuri suru dan odoroku.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul Analisis Sinonim Verba Bikkuri Suru dan Odoroku Pada Kalimat Bahasa Jepang. Fokus utama penelitian ini adalah makna kata verba bikkuri suru dan odoroku dalam kalimat bahasa Jepang. Kedua verba tersebut memiliki makna yang sama yaitu ‘terkejut’. Sehingga tidak bisa membedakan kata yang memiliki arti serupa dengan baik. Jika membuka kamus bahasa Jepang-Indonesia, hampir tidak ada kamus yang memberikan informasi setiap kata secara lengkap, hanya dicantumkan arti dan jenis kata saja. Penelitian ini ditinjau dari segi semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Sumber data berasal dari studi kepustakaan. Data yang diambil menggunakan teknik catat. Berdasarkan penggunaan analisis makna dan analisis substitusi, ditemukan hasil analisis data. Pada analisis makna ditemukan tiga makna bikkuri suru dan tiga makna odoroku berdasarkan nuansa. Biasanya untuk nuansa negatif ada situasi atau rasa kecewa, takut, sedih, heran, dan khawatir. Nuansa positif biasanya diikuti rasa senang karena hal yang menakjubkan. Sedangkan nuansa netral, terkejut tetapi situasi yang dirasakan tipis atau tidak terlihat. Berdasarkan hasil analisis substitusi bahwa tidak verba bikkuri suru dan odoroku dapat saling menggantikan satu sama lain. Dikarenakan kedua verba tersebut memiliki nuansa makna yang sedikit berbeda. Dari kedua analisis di atas maka peneliti dapat mengetahui persamaan dan perbedaan verba bikkuri suru dan odoroku.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTAen_US
dc.subjectodoroku, bikkuri suru, sinonim, ruigigo, analisis deskripsi, kalimat bahasa Jepang.en_US
dc.titleANALISIS SINONIM VERBA BIKKURI SURU DAN ODOROKU PADA KALIMAT BAHASA JEPANGen_US
dc.typeThesis SKR FPB 006en_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record