Show simple item record

dc.contributor.authorINAYATI, INAYATI
dc.contributor.authorAYUNI, HERIZKA
dc.contributor.authorALKAF, WILDAN FARIK
dc.date.accessioned2017-08-28T05:11:06Z
dc.date.available2017-08-28T05:11:06Z
dc.date.issued2016-09-07
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/13573
dc.description1. Sterilitas Tempat Tidur dan Udara ruang operasi dan ruang bersalin di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta memenuhi syarat ketentuan Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004. Sterilitas dinding dan lantai ruang operasi dan ruang bersalin masih melebihi ketentuan Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004. 2. Prevalensi Infeksi Luka Operasi (ILO) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah II Yogyakarta periode tahun 2015 sebanyak 5 kasus dengan angka infeksi 0,18% 3. Terdapat hubungan Sterilitas ruang operasi dan ruang bersalin dengan Prevalensi Infeksi Luka Operasi sebagai Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakartaen_US
dc.description.abstractRumah Sakit sebagai tempat perawatan dan penyembuhan pasien rentan terjadi penyakit infeksi yaitu Infeksi Nosokomial, disebut juga sebagai ”Health-care Associated Infections” atau ”Hospital-Acquired Infections (HAIs)”. Infeksi nosokomial disebabkan oleh kuman penyakit yang sudah resisten terhadap antibiotika yang terdapat di semua ruangan rumah sakit, dialat-alat pemeriksaan medis, alat-alat bantu medis, alat-alat bedah, serta perlengkapan rumah sakit lainnya yang mungkin lolos dari prosedur sanitasi dan sterilisasi (Sebastian, 2009). Beberapa negara melaporkan rata-rata 5-10% penderita mengalami infeksi Nosokomial dan terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah serta tingkat higienis lingkungan rumah sakit yang masih rendah. (Budiarti, 2007) . Infeksi Luka Operasi(ILO) sebagai infeksi nosokomial terjadi di beberapa Rumah Sakit adalah di R.S. Hasan Sadikin Bandung sebanyak 9,9% (1991), di RS Pirngadi Medan sebanyak 13,92%(1987) 9 , RS dr. Karyadi Semarang sebanyak 7,3%(1984), RS Dr. Soetomo Surabaya sebanyak 5,32% ( 1988) dan RS Ciptomangunkusumo Jakarta sebanyak 5,45% ( 1989).( Depkes RI, 1995). Salah satu tindakan untuk mencegah infeksi nosokomial dalam hal penerapan pola kebersihan lingkungan adalah sterilisasi. Sterilisasi merupakan suatu proses dengan metode tertentu dapat memberikan hasil akhir yaitu tidak adanya mikroorganisme hidup. ( Darmadi 2008). Indeks angka kuman menurut fungsi ruang dan unit berdasarkan Kepmenkes no 1204/Menkes/SK/X/2004 , untuk ruang operasi konsentrasi maksimum mikroorganisme adalah tidak lebih dari 10 CFU/M3, sedangkan ruang bersalin adalah 200 CFU/M3. Penelitian ini bertujuan mengkaji sterilitas ruang operasi dan ruang bersalin di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah II Yogyakarta berdasarkan angka kuman, frekwensi pemakaian dan frekwensi tindakan sterilisasi, mengetahui prevalensi Infeksi Luka Operasi (ILO) dan menganalisa hubungan Sterilitas ruang operasi dan ruang bersalin dengan Prevalensi Infeksi Luka Operasi sebagai Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan cara 1) melakukan pengukuran angka kuman pada dinding, lantai, tempat tidur dan udara pada ruang operasi dan ruang bersalin, hasil koloni kuman yang tumbuh pada media di hitung jumlahnya CFU/M3 , untu udara dan CFU/cm2 untuk dinding. Lantai dan tempat tidur. 2). Melakukan pengambilan data sterilitas ruang operasi dan ruang bersalin meliputi frekwensi tindakan sterilisasi dan frekwensi pemakaian ruang operasi dan ruang bersalin, dan 3). Melakukan pengambilan data di Rekam Medis pasien untuk mengetahui prevalensi Infeksi Luka Operasi (ILO) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil penelitan menunjukkan uji sterilitas berupa angka kuman Tempat Tidur dan Udara ruang operasi dan ruang bersalin di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta memenuhi syarat ketentuan Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 sedangkan sterilitas dinding dan lantai ruang operasi dan ruang bersalin masih melebihi ketentuan Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004. Frekwensi sterilisasi terhadap instrumen /alat-alat operasi tahun 2015 sebanyak 2000 instrumen. Frekwensi tindakan sterilisasi di CSSD melakukan sterilisasi 6 – 7 kali / hari(autoclave besar) dan 11 – 14 x/ hari (Autoclave kecil). Frekwensi pemakaian ruang operasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2015 sebanyak 2728 kali. Sedangkan Frekwensi pemakaian ruang Bersalin selama periode yang sama sebanyak 593 persalinan. Frekwensi pemakaian ruang operasi lebih sering dibandingkan ruang bersalin. Rata-rata pemakaian ruang operasi sebanyak 7 – 8 kali per hari sementara ruang bersalin sebanyak 1 – 2 kali per hari. Prevalensi Infeksi Luka Operasi (ILO) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode tahun 2015 sebanyak 5 kasus dengan angka infeksi 0,18% dan terdapat hubungan Sterilitas ruang operasi dan ruang bersalin dengan Prevalensi Infeksi Luka Operasi sebagai Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.en_US
dc.description.sponsorshipLP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakartaen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Yogyakartaen_US
dc.subjectinfeksi nosokomial, ILO, angka kuman, ruang operasi, ruang bersalinen_US
dc.titleHUBUNGAN STERILITAS RUANG OPERASI DAN RUANG BERSALIN DENGAN PREVALENSI INFEKSI LUKA OPERASI (ILO) SEBAGAI INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH II GAMPING YOGYAKARTAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record