Show simple item record

dc.contributor.authorMAHARTIKA, LOUDIA
dc.date.accessioned2018-05-23T04:30:20Z
dc.date.available2018-05-23T04:30:20Z
dc.date.issued2018-03-14
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/19008
dc.descriptionPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh peran End Child Prostitution, Child Pornography, And Trafficking Of Children For Sexual Purposes atau ECPAT yang merupakan sebuah organisasi internasional non pemerintahan yang mempengaruhi pengambilan kebijakan pemerintah Thailand dalam penanganan kasus pariwisata seks anak sebagai bentuk kejahatan internasional. Metode yang digunakan penulis adalah content analysis yaitu dengan pengumpulan informasi yang dibutuhkan dengan mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan kasus yang dibahas melalui buku dan internet. Jenis data yang digunakan adalah jenis data sekunder dengan berbagai literatur sebagai sumber data. Penulis menggunakan teori Trans-national Advocacy Networks dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berkembangnya pariwisata seks anak di Thailand adalah akibat dari lemahnya hukum perlindungan anak di negara tersebut dan kurangnya penegakan hukum ditambah lagi industri pariwisata merupakan pilar utama perekonomian sehingga peran-peran ECPAT sebagai organisasi yang memiliki jaringan internsional mampu mempengaruhi pengambilan kebijakan pemerintah Thailand pada tahun 2011 dimana pemerintah Thailand memperbaharui National Plan of Action untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seks komersial yang lebih global.en_US
dc.description.abstractThis study aims to find out how the influence of the End Child Prostitution, Child Pornography, And Trafficking Of Children For Sexual Purposes or ECPAT. ECPAT is a non-governmental international organization that give their influences to Thai government’s policy making in handling of child sex tourism cases as a form of international crime. The author used the content analysis method as collecting the required information by looking for references related to the cases discussed through books and internet. The type of data used is secondary data type with various literature as data source. The author uses Trans-national Advocacy Networks theory in this research. The results of this research indicate that the development of child sex tourism in Thailand is the result of weak child protection laws in that country and the lack of law enforcement. The tourism industry in Thailand is the main pillar of the economy so that the role of ECPAT as an organization that has an international network capable of influencing Thai government policy making in 2011 where the Thai government renewed the National Plan of Action to protect children from more global commercial sex crimes.en_US
dc.publisherFAKULTAS ILMU POLITIK DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTAen_US
dc.subjectThailand, Child Sex Tourism, ECPAT, Trans-National Advocacy Network, Child Exploitation,Child Protection Law Thailand, Child Sex Tourism, ECPAT, Trans-National Advocacy Network, Child Exploitation,Child Protection Lawen_US
dc.titlePENGARUH END CHILD PROSTITUTION, CHILD PORNOGRAPHY, AND TRAFFICKING OF CHILDREN FOR SEXUAL PURPOSES (ECPAT) DALAM KASUS EKSPLOITASI PARIWISATA SEKS ANAK DI THAILAND (2011-2016)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Publication
    Berisi naskah publikasi tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi mahasiswa UMY.

Show simple item record