Show simple item record

dc.contributor.authorMULATSIH QONA’AH, WIDI
dc.date.accessioned2018-10-23T04:20:29Z
dc.date.available2018-10-23T04:20:29Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/22493
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul ”Analisis Kebahagiaan Guru Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Yogyakarta: Tinjauan dari Aspek Dukungan Sosial dan Spiritual”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentukbentuk kebahagian guru, faktor-faktor pembentuk kebahagiaan guru,wujud dukungan sosial dan spiritual yang mempengaruhi kebahagian guru dan manfaat kebahagiaan yang dirasakan guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini penulis menggunakan model pendekatan kualitatif dengan teknik analisa Deskriptif Analitik Kualitatif untuk menerangkan fenomena kebahagiaan yang ada sekaligus mencari gambaran tentang kebahagiaan guru. Penulis melakukan pengamatan, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan untuk mengumpulkan data terkait penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah: yaitu: 1) Bentuk-bentuk kebahagiaan yang dirasakan oleh guru keberhasilan siswa dalam belajar, adanya hobi yang dimiliki guru, dan harapan guru akan meningkatnya tingkat kesejahteraan guru yang diimbangi dengan perjuangan dan usaha keras dalam bekerja; 2) Faktor-faktor pembentuk kebahagiaan guru yaitu interaksi yang baik dengan rekan guru, karakter positif guru dalam mengajar sehingga suasana belajar lebih efektif, dan dukungan keluarga, baikistri/suami dan orangtua yang mendukung profesi guru sepenuhnya; 3) Wujud dukungan sosial dan spiritualitas yang mempengaruhi kebahagiaan guru di SD Muhammadiyah kota Yogyakarta yaitu (a) dukungan sosial masih sangat dibutuhkan oleh guru dengan usia di bawah 40 tahun. Minimnya dukungan dari luar akan berpengaruh terhadap kebahagiaan yang dirasakan guru tersebut. Sedangkan bagi guru dengan usia di atas 40 tahun sudah tidak terlalu bergantung pada dukungan dari luar. Kematangan usia membuat guru bisa lebih mandiri dalam menjalani ketugasannya tanpa dipengaruhi oleh ada atau tidaknya dukungan dari luar. (b) Spiritualitas lebih tinggi ditemukan pada guru dengan usia lebih tua, yang ditunjukkan dengan adanya sikap merendah, tingkat penerimaan dan pemahaman tentang kehidupan yang lebih baik, lebih sabar, dan kemampuan beradaptasi dengan beratnya ketugasan guru lebih baik dari guruguru yang lebih muda dengan kisaran usia di bawah 40 tahun; 4) Manfaat kebahagiaan yang dirasakan oleh guru yaitu guru menjadi lebih mudah syukur sehingga hari-harinya merasa lebih dekat dengan Allah SWT., guru merasakan semangat yang lebih tinggi dalam bekerja sehingga pekerjaan menjadi cepat selesai, dan dari kedua poin (a) dan (b) maka guru menjadi lebih percaya diri baik dalam mengajar maupun saat di luar sekolah; 5) Kebahagiaan guru menurut perspektif psikologi Islam yaitu guru selalu berusaha untuk berbuat baik kepada Allah SWT. dengan cara bekerja penuh semangat, dalam mengajar selalu disisipi nilai-nilai keagamaan untuk mendidik siswanya agar berakhlak mulia, berhubungan baik dengan keluarga dan selalu bersyukur. Kata kunci: Kebahagiaan, Dukungan Sosial, Spiritualitasen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherMSI UMYen_US
dc.subjectKEBAHAGIAANen_US
dc.subjectDUKUNGAN SOSIALen_US
dc.subjectSPIRITUALITASen_US
dc.titleANALISIS KEBAHAGIAAN GURU DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA (Tinjauan dari Aspek Dukungan Sosial dan Spiritualitas)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record