Show simple item record

dc.contributor.authorWIDIYAWATI, SITI
dc.date.accessioned2019-12-12T07:13:16Z
dc.date.available2019-12-12T07:13:16Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/30890
dc.descriptionThis research aims at finding out the cultural adaptation process of the transmigrants in Javanese and Sundanese in Banjar Panjang Village. This research focuses on the inter- cultural adaptation in the effort of cultural adaptation in funeral. It describes how the process of inter-cultural adaptation in traditional funeral in Javanese and Sundanese in Banjar Panjang is. This research used qualitative approach, i.e. a process of research and comprehension based on the methodology that studies on social phenomenon and human problems. The data collecting technique carried in qualitative research and the data process can be conducted through observation, in- depth interview, and documentation. The result of the research shows that there is a process of acculturation in Javanese, Sundanese, and the local people i.e. Malay in the funeral in Banjar Panjang Village. There is no difference between the implementation and the process of funeral in Banjar Panjang Villageen_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi budaya penduduk transmigran pada suku Jawa dan Sunda di Desa Banjar Panjang. Penelitian ini berfokus pada adaptasi antarbudaya peduduk transmigran dalam upaya adaptasi budaya pada upacara kematian. Dalam penelitian ini menjelaskan Bagaimana Proses Adaptasi Antarbudaya dalam Upacara Adat Kematian pada Suku Jawa dan Sunda di Desa Banjar Panjang. Jenis pendekatan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif yakni suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif serta pengolahan data dapat dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa terjadinya proses akulturasi budaya pada suku Jawa, Sunda, dan penduduk lokal yang bersuku Melayu dalam upacara kematian di Desa Banjar Panjang. Tidak ada perbedaan dalam pelaksanaan dan prosesi upacara kematian di Desa Banjar Panjangen_US
dc.publisherFAI UMYen_US
dc.subjectINTER-CULTURAL ADAPTATIONen_US
dc.subjectADAPTASI ANTARBUDAYAen_US
dc.subjectTRANSMIGRANTen_US
dc.subjectTRANSMIGRANTen_US
dc.subjectPENDUDUK TRANSMIGRANen_US
dc.subject, FUNERALen_US
dc.subjectUPACARA KEMATIANen_US
dc.titleADAPTASI ANTARBUDAYA PENDUDUK TRANSMIGRAN DI KABUPATEN PELALAWAN (Studi Kasus Adaptasi Antarbudaya dalam Upacara Adat Kematian pada Suku Jawa dan Sunda di Desa Banjar Panjang Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Riau)en_US
dc.typeThesis SKR FAI 297en_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record