Show simple item record

dc.contributor.authorSUDRAJAT, SUDRAJAT
dc.date.accessioned2020-09-30T05:41:13Z
dc.date.available2020-09-30T05:41:13Z
dc.date.issued2020-07-28
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/35483
dc.descriptionFitrah merupakan diskursus yang banyak dibahas oleh para ahli dengan beragam pandangan. Kajian tentang fitrah merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan umat agar ia mampu menapaki hidup sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tafsīr ayat fiṭrah dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, dengan pendekatan hermeneutika subjektif. Sumber data primer al-Qur’ān dan Tafsīr Kemenag RI dengan teknik analisis induksi. Hasil penelitian: pertama, Qur’ān dan Tafsīrnya Kemenag RI dalam menjelaskan fitrah sebagai agama yang benar, yakni agama Allah Swt. Agama yang benar di sini adalah agama Islam, dengan alasan Islam adalah agama yang sesuai dengan fiṭrah manusia. Islam adalah agama yang fiṭrah karena sesuai dengan kebutuhan manusia untuk tunduk kepada Tuhan, dan dapat membimbing manusia kepada cara beribadah secara benar dalam Q.S al-Rūm (30): 30. Kedua, manusia membutuhkan agama yang berintikan pengakuan dan sikap penyerahan diri dan untuk tunduk kepada Allah. Dengan agama manusia akan hidup bermakna. Agama berfungsi sebagai kontrol moral manusia. Sebab agama menyuruh manusia untuk selalu dalam keadaan sadar dan dapat menguasai diri Q.S al-Rum (30): 30. Ketiga, pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab, oleh karena itu tafsir fitrah sejalan dengan asas pendidikan Islam diantaranya asas ta’abbud yang berarti kecenderungan untuk hidup teratur; asas tasyri’ yang berarti sebagai landasan bersikap dan berperilaku; asas logic yang berarti berpikir rasional tentang fenomena alam dan kehidupan. Sejalan dengan tujuan pendidikan Islam, yakni ma’rifatullah dan bertakwa kepada Allah. Dan sejalan juga dengan konsep pendidikan anak, konsep lingkungan pendidikan, dan konsep lembaga pendidikan, seperti dalam tri pusat pendidikan Islam, yakni; keluarga, sekolah dan masyarakat.en_US
dc.description.abstractFitrah (unconfirmed state which exists until the individual consciously acknowledges his belief) is a renown discourse that has been discussed by many experts along with various points of view. The study of fitrah is one of the efforts in encouraging people to choose the path of Allah and His Prophets. This research aims to figure out the fitrah verses interpretation and its relevance with Islamic education. This research was a library study, with subjective hermeneutics approach. The primary data source were Al-Qur’an and Indonesian Republic Religious Ministry interpretation, induction was the analysis technique. The research result is as follow: firstly, Al-Qur’an and Indonesian Republic Religious Ministry interpretation explains that fitrah is the righteous religion, which is the religion of Allah SWT. The righteous religion, in this case, is Islam because it is accordance with human beings’ fitrah. Islam itself is a fitrah religion because it accommodates human beings to devote to God. Furthermore, Islam guides human to have appropriate worship as stated in Al-Qur’an Surah al-Rum (30):30. Secondly, human beings need religion. Human will live a meaningful life as long as they own a religion, religion shall control human’s morality. Religion directs people to always be aware and be self-cautions (Al-Qur’an Surah al-Rum (30):30). Thirdly, Islamic education is the education whose aim is to develop students’ potential in order to be faithful, fearful to God, noble, healthy, knowledgeable, skillful, independent, and responsible. Therefore, the fitrah interpretation is accordance with the principle of Islamic education, one of them is the ta’abbud principle, which means the tendency to have an organized life, the tasyri’ principle, which is the foundation to pose good attitude and behavior; logic principle, which means thinking rationally towards life and natural phenomena. The interpretation is also accordance with the goal of Islamic education, which is ma’rifatullah and being fearful to Allah. Additionally, the interpretation is inline with the concept of children young learners’ education, education environment, and educational institutions, such as within the trio center of Islamic education: family, school and society.en_US
dc.publisherPROGRAM DOKTOR ILMU PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTAen_US
dc.subjectFiṭrahen_US
dc.subjectPotensi Dasaren_US
dc.subjectTa’abbuden_US
dc.subjectTasyri’en_US
dc.subjectMa’rifatullahen_US
dc.titleTAFSĪR AYAT-AYAT FIṬRAH DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM (Studi al-Qur’ān dan Tafsīr Kemenag RI)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record