View Item 
      •   UMY Repository
      • 03. DISSERTATIONS AND THESIS
      • Students
      • Undergraduate Thesis
      • Faculty of Engineering
      • Department of Mechanical Engineering
      • View Item
      •   UMY Repository
      • 03. DISSERTATIONS AND THESIS
      • Students
      • Undergraduate Thesis
      • Faculty of Engineering
      • Department of Mechanical Engineering
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      PENGARUH KANDUNGAN SERAT DAN FIBER ARCHITECTURE TERHADAP KUAT TARIK PASCA IMPACK KECEPATAN RENDAH KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA BERMATRIK POLIESTER

      Thumbnail
      View/Open
      COVER (49.80Kb)
      HALAMAN JUDUL (250.2Kb)
      LEMBAR PENGESAHAN (75.20Kb)
      INTISARI (72.44Kb)
      BAB I (100.0Kb)
      BAB II (966.6Kb)
      BAB III (1.284Mb)
      BAB IV (1.578Mb)
      BAB V (163.1Kb)
      DAFTAR PUSTAKA (135.8Kb)
      LAMPIRAN (233.7Kb)
      LAMPIRAN (687.6Kb)
      LAMPIRAN (2.966Mb)
      LAMPIRAN (3.713Mb)
      NASKAH PUBLIKASI (563.6Kb)
      Date
      2017-05-15
      Author
      KRUSDIANTO, RUDI
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar nomor 2 di dunia. Sabut kelapa dapat diolah menjadi serat kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan serat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik pasca impak dan mengetahui struktur makro dan mikronya. Serat sabut kelapa direndam di dalam larutan alkali (5% NaOH) selama 2 jam.Selanjutnya, serat tersebut dicuci menggunakkan air bersih dan dikeringkan secara alami. Matrik yang digunakan dalam penelitian ini adalah resin Unsaturated Polyester Resin Yukalac 268 BQTN- EX Series. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan pada Vf ≈ 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Semua spesimen setelah di cetak dimasukkan kedalam oven pada suhu 40-60 0C selama 1 jam bertujuan untuk mengurangi void. Spesimen uji tarik dibuat dengan mengacu pada standar ASTM D3039. Pengujian tarik dilakukan dengan mesin uji tarik dan perpanjangan diukur dengan menggunakan extensometer. Penampang patahan dicermati dengan mikroskop optik untuk menjelaskan mekanisme perpatahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik pasca impak semakin besar fraksi volume serat semakin meningkatkan kekuatan tarik. Dari hasil pengujian tarik komposit pasca impak yang orientasi susunan anyam tegangan tertinggi Vf = 40% sebesar 11,78MPa, regangan tarik pada Vf = 20% sebesar 0,0864 mm/mm, modulus elastisitas tertinggi pada Vf = 10% sebesar 0,342 GPa. Untuk susunan serat berorientasi silang tegangan tarik tertinggi pada Vf = 40% sebesar 11,26 MPa, regangan tarik tertinggi pada Vf = 20% sebesar 0,1549 mm/mm, modulus elastisitas tertinggi pada Vf = 10% sebesar 0,615 GPa. Penampang patahan komposit yang diperkuat serat perlakuan 2 jam diklasifikasikan sebagai jenis patah tunggal dan fiber pullout.
      URI
      http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/11160
      Collections
      • Department of Mechanical Engineering

      DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
      Contact Us | Send Feedback
      Theme by 
      @mire NV
       

       

      Browse

      All of UMY RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
      Contact Us | Send Feedback
      Theme by 
      @mire NV