dc.description | Beton merupakan salah satu bahan konstruksi hasil kombinasi antara
semen, agregat halus, agregat kasar, dan air yang dicampur menjadi satu massa
padat. Pekerjaan pembuatan beton dapat ditambahkan suatu bahan tambah
mineral (additive) maupun bahan tambah kimiawi (admixture) guna kepentingan
dalam pekerjaan konstruksi. Pada beberapa kasus pekerjaan konstruksi diinginkan
agar beton yang dapat dihasilkan memiliki kekuatan yang optimum pada umur
awal beton sehingga waktu pengerjaan pembetonan dapat dipersingkat. Kekuatan
beton pada umur awal dapat ditingkatkan dengan bahan tambah mineral (additive)
maupun kimia (admixture). Beberapa bahan tambah yang digunakan yaitu silica
fume (SikaFume produksi PT. SIKA) yang berfungsi sebagai filler pada beton
sehingga beton yang dihasilkan semakin padat dan superplasticizer (Sikament NN
produksi PT.SIKA) yang berfungsi sebagai accelerator agar terjadi peningkatan
kuat tekan beton di umur awal. Pada penelitian ini digunakan 3 benda uji (variasi
E, B, dan F) dengan variasi bahan tambah yaitu superplasticizer 0,5 %, 1 %, 1,5
% dan silicafume 6 % untuk tiap variasi serta 1 beton normal (variasi D) tanpa
bahan tambah sebagai pembanding. Perencanaan campuran beton digunakan SNI-
03-2834-2000 dengan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil
pengujian kuat tekan pada umur 3, 7 dan 28 berturut-turut untuk variasi E adalah
21,0 MPa; 20,27 MPa; 36,4 MPa, untuk variasi B 26,6 MPa; 35,59; 39,9 MPa,
untuk variasi F adalah 27,8 MPa; 38,70 MPa; 36,6 MPa. Berdasarkan hasil
analisis kuat tekan diketahui bahwa variasi bahan tambah yang paling optimum
adalah variasi dengan kadar superplasticizer 1,5 % dan silicafume 6 % karena
terjadi peningkatan kuat tekan awal sebesar 28,42 MPa. | en_US |