dc.contributor.advisor | | |
dc.contributor.author | NOTARI, AFRIZAL FAUZAN | |
dc.date.accessioned | 2018-09-24T03:52:19Z | |
dc.date.available | 2018-09-24T03:52:19Z | |
dc.date.issued | 2018-08-27 | |
dc.identifier.uri | http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/21503 | |
dc.description | Amerika Serikat merupakan salah satu negara industri
terbesar sekaligus salah kontributor emisi terbanyak, dengan
tingkat emisi yang terus meningkat lahirlah perhatianperhatian
terhadap isu lingkungan baik di Amerika maupun di
negara-negara lainnya. Pada 1997 lahirlah Protokol Kyoto
pada pertemuan Conference Of Parties ketiga di Kyoto Jepang,
dengan maksud untuk mengontrol kemudian mengurangi
tingkat emisi di bumi. Namun Amerika Serikat yang
merupakan salah satu emitor terbesar menolak meratifikasi
Protokol Kyoto dengan alasan akan membahayakan
ekonominya. Penulisan ini bertujuan untuk meneliti apa
penyebab keputusan Amerika Serikat menolak meratifikasi
Protokol Kyoto. Metode yang penulis gunakan adalah metode
kualiatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa buku,
artikel, koran sumber terpercaya lainnya. Konsep, teori serta
model yang penulis gunakan berupa konsep kelompok
kepentingan, teori kebijakan luar negeri dan model biorkratis.
Dalam membuat keputusannya untuk menolak Protokol
Kyoto, pemerintah terutama senat mendapat banyak hal yang
harus dipertimbangkan terutama protes dari kelompok
kepentingan industri yang merasa akan sangat dirugikan.
Kelompok industri ini melakukan banyak upaya untuk
mempengaruhi keputusan agar dapat selaras dengan
kepentingan mereka. Menggunakan kekuatan mereka
terutama materi serta jaringan, kelompok industri menekan
senat untuk menolak meratifikasi Protokol Kyoto. | en_US |
dc.description.abstract | The United States is one of the largest industrial
countries as well as one of the largest emission contributors,
with ever increasing emission levels of concern for
environmental issues both in the United States and in other
countries. In 1997 the Kyoto Protocol was born at the meeting
of the third Conference of Parties in Kyoto Japan, with a view
to controlling then reducing emissions on earth. But the
United States, which is one of the biggest emitters, refuses to
ratify the Kyoto Protocol on the grounds that it will endanger
its economy. This writing aims to examine what causes the
decision of the United States to refuse to ratify the Kyoto
Protocol. The method I use is a qualitative method by utilizing
secondary data in the form of books, articles, newspapers and
other reliable sources. The concepts, theories and models that
the author uses are the concepts of interest groups, foreign
policy theory and the bureaucratic model. In making its
decision to reject the Kyoto Protocol, the government,
especially the senate, has many things that must be considered,
especially protests from industrial interest groups who feel
they will be greatly disadvantaged. This industrial group
makes a lot of efforts to influence decisions so that they can
be in line with their interests. Using their power, especially
material and networks, industry groups pressured the Senate
to refuse to ratify the Kyoto Protocol. | en_US |
dc.publisher | FISIP UMY | en_US |
dc.subject | Interest groups, Kyoto Protocol, Influence. Kelompok kepentingan, Protokol Kyoto, Pengaruh | en_US |
dc.title | PENOLAKAN AMERIKA SERIKAT MERATIFIKASI PROTOKOL KYOTO SEBAGAI UPAYA MELINDUNGI PERINDUSTRIAN DOMESTIK | en_US |
dc.type | Thesis
SKR
FISIP
579 | en_US |