dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kondisi kesejahteraan psikologis (psychologycal wellbeing) anak adopsi pada keluarga Sl di Lampung dan Mj di Yogyakarta. 2) menganalisis metode anak adopsi dapat memenuhi kesejahteraan psikologisnya sehingga terhindari dari risiko krisis identitas dan gangguan emosi, serta perilaku bermasalah, dan 3) menemukan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis anak adopsi,serta4) mengidentifikasi faktor penentu yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis (psychologycal wellbeing) anak adopsi pada keluarga Sl di Lampung dan Mj di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian adalah keluarga Salman (Sl) di Lampung Selatan yang mengadopsi tiga anak masing-masing berinisial Az (27 th), Rd (16 th), dan Rw (16 th), serta keluarga Mirja (Mj) di Yogyakartayang mengadopsi satu anak berinisial Pi (18th). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis mengikuti model Lexy J. Moleong, yakni displey daya, reduksi data, triangulasi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tiga anak adopsi pada keluarga Sl di Lampung dan satu anak adopsi pada keluarga Mj di Yogyakarta terpenuhi kesejahteraan psikologisnya (psychologycal wellbeing), yang meliputi menerima dirinya sebagai anak adopsi, mempunyai hubungan yang postif dengan orang lain, memiliki otonomi hidup, mampu menguasai lingkungan, memiliki tujuan hidup yang jelas, dan pertumbuhan pribadi yang baik. 2) Metode anak adopsi dalam memenuhi kesejahteraan psikologisnya sehingga terhindar krisis identitas dan gangguan emosi adalah dengan terbuka sejak awal, jika orangtua kandungnya masih bisa dihubungi dan tertutup sejak awal jika orangtua kandungnya tidak dapat dihubungi lagi. 3) Strategi meningkatkan kesejahteraan psikologis anak adopsi adalah dengan mengajaknya bersyukur, meregulasi emosi dan mindfulness. 4) faktor penentu kesejahteraan psikologis(psychologycal wellbeing) anak adopsi lebih dominan oleh keikhlasandan keharmonisan orangtua angkat, di samping usia, jenis kelamin, dan sosial ekonomi. | en_US |