dc.description | Dewasa ini para produsen saling bersaing dalam rnemproduksi berbagai macam barang atau produk baru yang diharapkan dapat terjual di pasaran sehingga pendapatan perusahaan dapat semakin meningkat. Dilihat dan segi konsumen,
mereka selalu menginginkan kualitas yang terbaik dalam membeli suatu produk. Para konsumen cenderung lebih memilih produk yang memiliki kualitas yang baik dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada produk yang memiliki kualitas yang kurang baik meskipun harganya murah dan ketika mereka telah cocok dengan suatu produk maka para konsumen akan cenderung untuk setia dalain menggunakan produk tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kualitas menjadi hal yang sangat penting dalam perdagangan baik dalam perdagangan nasional maupun internasional. Perusahaan yang tidak memperhatikan kualitas produknya akanmengalami kesulitan dalam memasarkan produkproduknya. Apabila hal ini berlangsung secara
terus menerus maka perusahaan akan mengalami kerugian, karena keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan tidak optimal sebab penjualan yang dilakukan tidak mencapai target. Jadi tidak dapat disangkal bahwa kualitas merupakan salah
satu kekuatan perusahaan dalam memasarkan produknya kepada konsumen terutama dalambeberapa tahun belakangan ini. Dalam usaha untuk mengatasi persaingan yang semakin tajam serta untuk meningkatkan laba maka sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kualitas dan produktivitas perusahaan yaitu dengan cara
perbaikan kualitas. Pada saat perusahaan mengimplementasikan program perbaikan kualitas, maka timbul kebutuhan untuk
memantau dan melaporkan kemajuan dari program tersebut. Para manajer perlu memahami makna biaya kualitas serta mengetahui pengaruh biaya kualitas terhadap produktivitas. Pelaporan dan pengukuran kinerja biaya kualitas sangatlah
penting bagi keberhasilan program perbaikan kualitas yang sedang dijalankan dan prasyarat utama bagi pelaporan ini adalah pengukuran biaya kualitas. Program perbaikan kualitas dapat meningkatkan produktivitas demikian pulasebaliknya, karena sebagian besar perbaikan kualitas dapat mengurangi sumber daya atau input yang digunakan untuk memproduksi
produk (output), maka kebanyakan perbaikan kualitas akan meningkatkan produktivitas. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan lebih sedikit input untuk menghasilkan output yang sama atau memproduksi output lebih banyak dengan jumlah input yang sama atau memproduksi output lebih banyak dengan input relatif kecil. Apabila sebuah
perusahaan dapat memproduksi produk-produk yang memiliki kualitas yang baik dan disukai oleh konsumen dengan produktivitas yang tinggi maka keuntungan yang akan diperoleh oleh perusahaan akan meningkat dan perusahaan
dapat terus berkembang. Agar suatu perusahaan dapat menerapkan kualitas dan produktivitas sebagai senjata dalam menghadapi persaingan yang semakin tajam tersebut maka pihak manajemen perusahaan dituntut untuk dapat
melakukan perencanaan, pengukuran, danpengendalian biaya-biaya secara tepat. PT Varia Usaha di Jombang merupakan
objek penelitian yang dipilih, dimana dalam men jalankan kegiatan produksinya PT Varia Usahabelum mencatat biaya kualitas secara tersendiri. dan perusahaan belum menyadari pentingnyapencatatan biaya kualitas secara tersendiri. Selain
itu perusahaan belum melakukan pengukuran prodluktivitas terhadap sumber daya (input) yang digunakan dalam proses produksi padahal kedua hal ini merupakan hal yang penting bagi perusahaan dalam meningkatkan laba perusahaan
dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan serta dalam menghadapi persaingan yang semakin tajam. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk memperhatikan pengukuran, pengendalian biaya kualitas dan produktivitas
perusahaan. | en_US |
dc.description.abstract | Tujuan penulisan Buku Monograf ini adalah untuk
memberikan pembelajaran bagi para manajer, tentang
makna biaya kualitas serta mengetahui pengaruh biaya
kualitas terhadap produktivitas. Kualitas mempunyai arti yang luas yaitu daya guna, harapan pelanggan. Kualitas dapat diartikan sebagai illness for use yaitu ciri-ciriproduk yang memenuhi permintaan pelanggan dan bebas dari kekurangan. Kualitas adalah produk atau jasa yangmemenuhi atau sesuai dengan ekspetasi pelanggan. Jadi kualitas produk atau jasa adalah sesuatu yang memenuhi atau melebihi ekspektasi pelanggan dalam delapan dimensi berikut: Kinerja (Performance), Estetika (Aesthetics), Kermudahan perawatan dan perbaikan (Serviceability), Keunikan (Features), Reliabilitas (Reliability), Durabilitas (Durability), TingkatKesesuaian (Quality of conformance), Pemanfaatan (Fitness for use).Biaya kualitas adalah the cost that exist because poor quality may or doas exist “.Oleh karena itu biaya kualitas berkaitan dengan kreasi, identifikasi, perbaikan dan pencegahan kerusakan. Biaya kualitas juga dapat diartikan sebagai “costs incurred to prevent poor quality
from occurring or those costs incurred because poor quality has occurred. Perbaikan kualitas dapat meningkatkan produktivitas maupun sebaliknya. Sebagai contoh, apabila pengulangan kerja (rework) berkurang karena menurunnya unit produk cacat, maka sedikit tenaga kerja dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama. Penurunan jumlah unit cacat memperbaiki kualitas sementara pengurangan jumlah input yang digunakan meningkatkan produktivitas. Karena sebagian besar perbaikan kualitas mengurangi jumlah sumber daya yang digunakan untuk memproduksi dan menjual output perusahaan, maka kebanyakan perbaikan kualitas akan meningkatkan produktivitas. Jadi perbaikan kualitas secara umum akan tercermin pada ukuran produktivitas | en_US |