dc.contributor.advisor | DJUMADI, DJUMADI | |
dc.contributor.author | SIKTIYANA, MUHAMMAD NANA | |
dc.date.accessioned | 2018-10-03T01:42:58Z | |
dc.date.available | 2018-10-03T01:42:58Z | |
dc.date.issued | 2018-09-01 | |
dc.identifier.uri | http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/21668 | |
dc.description | Perkembangan teknologi informatika dan modernisasi
alat telekomunikasi telah meningkatkan ketergantungan
masyarakat dunia terhadap komunikasi nirkabel. Berbagai
inovasi telah membantu kehidupan manusia termasuk
penemuan ponsel pintar (smartphone). Fenomena globalisasi
dan perang dingin yang berakhir memunculkan aktor baru
dalam kajian hubungan internasional yaitu perusahaan
multinasional (multinational corporations). Unit bisnis ini
tidak hanya bergerak pada suatu wilayah negara-bangsa
tertentu, kegiatan MNCs telah melintasi batas wilayah negara
asal dalam aspek yang berbeda-beda. Perusahaan teknologi
asal China, OPPO turut memasarkan produk buatannya di
pasar internasional. Pada akhir tahun 2014, korporasi
memutuskan untuk menanamkan modal di Indonesia setelah
setahun memasuki persaingan pasar smartphone tanah air.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sebab-sebab yang
mempengaruhi tindakan yang diambil korporasi. Kerangka
pemikiran dalam analisa fenomena itu adalah firm-specificadvantages
theory, internalization theory dan institutional
approach dalam foreign direct investments. | en_US |
dc.description.abstract | Development of information technology and
modernization of telecommunication tools have increased a
dependence of world society on wireless communication
devices. Various innovations contributed to human activities
including the cultivation of smartphones. Globalization and
the end of cold war gave emergence to new actor in
international relations studies, multinational corporations. This
business unit is not only engaged in a particular nation-state
region, MNCs’ activities have crossed state borders in multi
aspects. A Chinese technology company, OPPO carried out its
products on international market. At the end of 2014, the
company decided to invest in Indonesia after a year of entering
its smartphone market competition. This study aims to find
causes that influence the action taken by the corporation.
Firm-specific-advantages theory, internalization theory and
institutional approach on foreign direct investments used to
explain that phenomenon. | en_US |
dc.publisher | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA | en_US |
dc.subject | Indonesia, FDI, MNCs, OPPO Smartphone | en_US |
dc.title | DETERMINAN INVESTASI ASING LANGSUNG OPPO DI INDONESIA | en_US |
dc.type | Thesis
SKR
FISIP
428 | en_US |