Show simple item record

dc.contributor.advisorM. ANWAR, DJUMADI
dc.contributor.authorMINATI, ANDI
dc.date.accessioned2018-12-24T06:00:13Z
dc.date.available2018-12-24T06:00:13Z
dc.date.issued2018-12-17
dc.identifier.urihttp://repository.umy.ac.id/handle/123456789/23517
dc.description.abstractSebagai sebuah Negara yang mempunyai belasan ribu pulau dan wilayah laut yang teramat luas, Kondisi pertahanan dan Alutsista RI idealnya harus mempunyai angkatan perang dengan sistem persenjataan canggih nan-mutakhir. Paling tidak, dengan kelengkapan seperti itu, suatuNegara dapat di perhitungkan dalam suatu wilayah. Keberadaan angkatan bersenjata yang kuat mampu mendatangkan efek tangkal (deterren effect), setidaknya pada Negara tetangga. Keterbatasan anggaran, khususnya bentuk pos pertahanan, menjadi alasan klasik sulitnya pemerintah membangun dan memperkuat angkatan bersenjatanya menjadi seideal mungkin. Dalam upaya menjaga perbatasan (maritim) nasionalnya, Indonesia juga membutuhkan suatu armada pertahanan laut yang efektif, besar dan canggih. Industri pertahanan merupakan salah satu komponen vital dari kemampuan pertahanan. Oleh karena itu, pembangunan kekuatan pertahanan Negara Indonesia perlu ditingkatkan melalui kerjasama dengan negara-negara maju. Salah satunya dengan negara Rusia. Peralatan tempur yang akan dibeli oleh indonesia dari Rusia memiliki sejumlah keunggulan termasuk daya tangkal dan kemampuan teknologinya yang sesuaidengan kebutuhan. Dan Indonesia akan terus berupaya meningkatkan pertahanan dan keamanan melalui kerjasama dengan Rusia, hingga tujuan kedua Negara tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kerjasama Indonesia-Rusia dalam pengadaan alat utama sistem senjata TNI masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang bertujuan untuk menggambarkan, menguraikan sejauhmana upaya Indonesia dalam meningkatkan pertahanan dan keamanannya, dalam hal ini mengenai kerjasama Indonesia dan Rusia terkait kerjasama di bidang persenjataan. Walaupun dalam melaksanakan tujuannya, Indonesia masih menghadapai berbagai kendala serta hambatan-hambatan, namun dengan adanya transfer teknologi yang dilakukan Indonesia dengan xi Rusia, dapat membantu dalam meningkatkan pertahanan dan keamanan Indonesia. Sehingga nantinya Indonesia dapat meningkatkan kemampuan Alutsista, serta transfer teknologi menuju kemandirian sarana pertahanan Indonesia.en_US
dc.publisherFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTAen_US
dc.subjectTNI, Alutsista, Pertahanan dan Keamananen_US
dc.titlePOLITIK LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP RUSIA DALAM BIDANG PERTAHANAN MILITER PADA MASA PEMERINTAHAN JOKO WIDODO (PERIODE 2014-2018)en_US
dc.typeThesis SKR FISIP 763en_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record